
Dalam dunia game kompetitif seperti Mobile Legends, memiliki rank tinggi adalah simbol kebanggaan bagi para pemain. Namun, tidak semua pemain memiliki skill yang memadai untuk mencapai peringkat tertinggi secara alami.
Banyak pemain yang menggunakan jasa boosting untuk meningkatkan rank mereka dengan cepat. Praktik ini telah menjadi fenomena umum dalam komunitas permainan kompetitif.
Namun, apa dampak dari praktik boosting ini pada komunitas game dan pengalaman ranked?
Poin Kunci
- Mengenal apa itu boosting dan mengapa pemain menggunakannya.
- Dampak boosting pada integritas sistem peringkat.
- Pengaruh boosting pada pengalaman bermain komunitas.
- Alasan di balik popularitas boosting di kalangan pemain.
- Konsekuensi boosting pada ekosistem permainan kompetitif.
Apa Itu Boosting dalam Game Ranked?
Dalam dunia game kompetitif, boosting menjadi isu yang sangat kontroversial. Boosting dalam game ranked adalah praktik yang melibatkan pemain dengan skill tinggi menggunakan akun orang lain untuk menaikkan rank mereka dengan cara yang tidak fair.
Definisi dan Praktik Boosting
Boosting melibatkan seorang pemain berpengalaman, sering disebut “booster,” yang memainkan akun seseorang untuk meningkatkan peringkatnya. Praktik ini biasanya melibatkan pembayaran kepada booster tersebut. Boosting dapat merusak integritas sistem peringkat dalam game seperti Mobile Legends.
Perbedaan Boosting, Smurfing, dan Deranking
Ada beberapa istilah yang terkait dengan manipulasi peringkat dalam game ranked. Berikut adalah perbedaan antara boosting, smurfing, dan deranking:
| Praktik | Deskripsi |
|---|---|
| Boosting | Menaikkan peringkat akun orang lain dengan bantuan pemain berpengalaman. |
| Smurfing | Pemain berpengalaman membuat akun baru untuk bermain melawan pemain dengan rank lebih rendah. |
| Deranking | Sengaja menurunkan peringkat akun untuk tujuan tertentu, seperti bermain dengan teman yang rank-nya lebih rendah. |
Ketiga praktik ini dapat memanipulasi sistem matchmaking dalam mode ranked dan menciptakan ketidakseimbangan dalam pertandingan.
Mengapa Pemain Menggunakan Jasa Boosting?
Mengapa pemain menggunakan jasa boosting? Jawabannya terletak pada keinginan untuk mencapai pengakuan dan status dalam komunitas game tanpa harus mengembangkan skill yang diperlukan.
Banyak pemain yang ingin mendaki peringkat tertinggi dan menjadi terkenal, namun mereka tidak memiliki skill yang dibutuhkan. Jasa boosting menjadi solusi bagi mereka.
Keinginan Mendapatkan Pengakuan Tanpa Skill
Banyak pemain menggunakan jasa boosting karena ingin mendapatkan pengakuan dan status sosial dalam komunitas game. Mereka ingin diakui sebagai pemain yang hebat tanpa harus melalui proses belajar yang panjang.
Mendapatkan Reward Seasonal dan Prestise
Mobile Legends dan game kompetitif lainnya sering menawarkan reward seasonal berupa skin eksklusif, item spesial, dan emblem yang hanya bisa didapatkan di rank tertentu. Beberapa orang menganggap rank tinggi sebagai simbol prestise dan validasi sosial dalam komunitas game.
| Alasan | Keterangan |
|---|---|
| Pengakuan Tanpa Skill | Banyak pemain ingin diakui sebagai pemain hebat tanpa harus memiliki skill yang mumpuni. |
| Reward Seasonal | Game kompetitif menawarkan reward berupa skin eksklusif dan item spesial untuk rank tertentu. |
| Prestise | Rank tinggi dianggap sebagai simbol prestise dan validasi sosial dalam komunitas game. |
Dampak Boosting pada Ranked Game dan Ekosistem Kompetitif

Dampak boosting pada ranked game sangat luas dan nyata, mempengaruhi keseimbangan matchmaking. Praktik ini tidak hanya merusak integritas sistem peringkat, tetapi juga menciptakan ketidakseimbangan dalam ekosistem kompetitif.
Merusak Integritas Sistem Peringkat
Boosting dalam game ranked menyebabkan sistem peringkat tidak lagi mencerminkan skill asli pemain. Hal ini membuat prestasi dan peringkat menjadi kurang bermakna. Ketika hasil pertandingan tidak lagi ditentukan oleh skill dan strategi tim, tetapi oleh keberadaan booster, integritas kompetitif game seperti Mobile Legends menjadi terkikis.
Menghancurkan Keseimbangan Matchmaking
Boosting menciptakan ketidakseimbangan dalam sistem matchmaking, di mana pemain dengan skill tinggi bermain di rank rendah atau pemain dengan skill rendah berada di rank tinggi. Sistem matchmaking yang dirancang untuk mencocokkan pemain dengan skill setara menjadi tidak efektif ketika boosting merusak distribusi normal pemain di berbagai rank.
Berikut adalah tabel yang menggambarkan dampak boosting pada keseimbangan matchmaking:
| Rank | Skill Pemain | Dampak Boosting |
|---|---|---|
| Low | Low | Pemain dengan skill tinggi bermain di rank rendah |
| High | High | Pemain dengan skill rendah berada di rank tinggi |
Dampak jangka panjang dari boosting adalah menurunnya kepercayaan pemain terhadap sistem ranked dan berkurangnya motivasi untuk berkompetisi secara fair. Oleh karena itu, penting bagi pengembang game untuk mengatasi praktik boosting guna menjaga integritas dan keseimbangan ekosistem kompetitif.
5 Dampak Negatif Boosting Bagi Komunitas Game

Boosting dalam game kompetitif seperti Mobile Legends membawa berbagai dampak negatif bagi komunitas. Praktik ini tidak hanya merugikan pemain individu, tetapi juga komunitas game secara keseluruhan.
Menurunkan Kepuasan Bermain Pemain Lain
Boosting secara signifikan menurunkan kepuasan bermain bagi pemain lain yang bermain secara fair. Mereka merasa frustrasi ketika harus menghadapi lawan yang skill-nya jauh di atas rank mereka atau tim dengan pemain boosted yang performanya di bawah standar.
Menciptakan Lingkungan Toxic
Lingkungan toxic sering tercipta ketika pemain yang di-boost tidak mampu bermain sesuai ekspektasi rank mereka. Ini memicu frustasi dan perilaku negatif dari rekan satu tim, menciptakan suasana yang tidak menyenangkan dalam permainan.
Menghambat Proses Belajar Pemain Baru
Pemain baru dalam Mobile Legends dan game kompetitif lainnya mengalami hambatan dalam proses belajar ketika mereka terus-menerus kalah melawan booster atau smurf. Ini mengurangi motivasi mereka untuk terus bermain dan meningkatkan skill.
Mengurangi Nilai Prestasi Dalam Game
Nilai prestasi dalam game menjadi terdegradasi ketika orang-orang tahu bahwa rank tinggi bisa dibeli, bukan hanya diraih melalui skill dan dedikasi. Ini mengurangi nilai pencapaian bagi pemain yang benar-benar berusaha keras.
Risiko Keamanan Akun dan Data Pribadi
Pembagian akun untuk tujuan boosting membawa risiko keamanan serius, termasuk potensi pencurian akun dan penyalahgunaan data pribadi pemain. Ini merupakan ancaman nyata bagi keamanan dan privasi pemain.
Dalam Mobile Legends dan game lainnya, penting bagi komunitas dan pengembang untuk bersama-sama melawan praktik boosting. Dengan memahami dampak negatifnya, kita dapat menciptakan lingkungan game yang lebih sehat dan menyenangkan bagi semua pemain.
- Boosting menurunkan kepuasan bermain pemain lain.
- Menciptakan lingkungan toxic dalam game.
- Menghambat proses belajar pemain baru.
- Mengurangi nilai prestasi dalam game.
- Meningkatkan risiko keamanan akun dan data pribadi.
Dampak Boosting pada Pengalaman Individual Pemain
Boosting tidak hanya berdampak pada komunitas game, tetapi juga memiliki efek signifikan pada pengalaman individual pemain. Pemain yang menggunakan jasa boosting sering kali menghadapi konsekuensi negatif yang tidak terduga.
Ketidaksesuaian Skill dengan Rank yang Dimiliki
Pemain yang menggunakan jasa boosting sering mengalami ketidaksesuaian antara skill mereka dengan rank yang dimiliki. Hal ini menciptakan tekanan dan kecemasan saat bermain, karena mereka tidak mampu berkompetisi secara efektif dengan pemain lain di level tersebut.
Contohnya, dalam Mobile Legends, pemain yang di-boost ke rank tinggi mungkin tidak memiliki kemampuan menggunakan item dan strategi yang sesuai, sehingga mereka tidak dapat berkontribusi maksimal untuk hasil tim.
Pengalaman Bermain yang Tidak Menyenangkan di Rank Tinggi
Pengalaman bermain di rank tinggi menjadi tidak menyenangkan bagi pemain yang di-boost karena mereka tidak mampu berkompetisi secara efektif. Mereka sering menjadi target kritik dan toxic behavior dari rekan satu tim yang menyadari ketidaksesuaian skill mereka dengan rank yang dimiliki.
| Dampak | Deskripsi |
|---|---|
| Tekanan dan Kecemasan | Pemain merasa tidak nyaman karena tidak sesuai dengan rank |
| Kritik dan Toxic Behavior | Rekan satu tim memberikan kritik negatif |
| Kehilangan Minat | Pemain kehilangan motivasi untuk terus bermain |
Dalam permainan kompetitif seperti Mobile Legends, pemain yang di-boost sering kehilangan minat bermain setelah mengalami kekalahan beruntun di rank tinggi. Pengalaman ini dapat membuat mereka merasa frustrasi dan meninggalkan permainan sepenuhnya.
Bagaimana Game Developer Memerangi Praktik Boosting
Game developer terus berinovasi untuk mengatasi praktik boosting yang merusak ekosistem game kompetitif. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai strategi telah dikembangkan untuk mendeteksi dan mencegah aktivitas tidak etis ini.
Sistem Deteksi dan Pelaporan
Game developer seperti Riot Games dan pengembang Mobile Legends telah mengimplementasikan sistem deteksi canggih untuk mengidentifikasi pola permainan yang mencurigakan. Sistem ini dapat mendeteksi perubahan drastis dalam skill pemain atau lokasi login yang berbeda, yang sering kali menjadi indikator aktivitas boosting.
Sistem pelaporan juga memainkan peran penting dalam memerangi boosting. Pemain dapat melaporkan kasus yang mencurigakan, membantu developer mengidentifikasi pelaku dengan lebih efektif.
Hukuman untuk Pelaku Boosting
Riot Games menerapkan berbagai hukuman tegas untuk pelaku rank manipulation, termasuk ban akun sementara atau permanen, penghapusan peringkat, dan bahkan HWID Ban untuk kasus berat.
Hukuman ini bervariasi tergantung pada tingkat keparahan pelanggaran, dengan peringatan dan edukasi diberikan untuk pelanggaran ringan atau pertama kali.
Perubahan Sistem Ranked untuk Mencegah Boosting
Perubahan dalam sistem ranked juga telah diterapkan untuk mencegah praktik boosting. Pembatasan selisih rank dalam tim dan penyesuaian MMR (Matchmaking Rating) adalah beberapa contoh langkah yang diambil.
Verifikasi perangkat dan data login juga digunakan untuk mendeteksi kasus di mana satu akun dimainkan oleh orang yang berbeda, salah satu indikator kuat praktik boosting.
Kesimpulan
Praktik boosting dalam komunitas game ranked memiliki efek jangka panjang yang negatif. Boosting dalam game ranked seperti Mobile Legends tidak hanya merusak integritas kompetitif, tetapi juga menciptakan pengalaman permainan yang tidak menyenangkan.
Pemain yang menggunakan jasa boosting mungkin mendapatkan kepuasan jangka pendek, namun mereka kehilangan esensi dari mode ranked yang seharusnya menjadi ukuran skill dan perkembangan. Dampak boosting juga dirasakan oleh tim dan komunitas game secara keseluruhan.
Sebagai komunitas, kita perlu memahami dampak negatif boosting dan mendukung lingkungan bermain yang fair dan kompetitif untuk keberlangsungan game yang kita cintai.




